Rabu, 16 April 2014

Sahabat-Sahabat Palsu

Pada hakikatnya manusia di anugerahi tuhan berbagai macam hal di dalam dirinya untuk membantu mereka ataupun hanya sekedar sebagai pelengkap saja.
Salah satu contoh hal yang membantu manusia atau hanya sekedar pelengkap dalam hidup mereka ialah sahabat, di antara mereka ada yang memiliki begitu banyak sahabat yang mencintai dan menyayangi mereka, mengetahui segala seluk-beluk kehidupan kita secara detail dan terperinci namun tidak sedikit pula mereka yang merasa hidup di dalam gelap kesunyian dan kehampaan, merasa berada dalam dunia tengah dimana tak ada seorang pun dapat di temukan di sana.
Tetapi, ada hal lebih kronis dibandingkan dengan seseorang yang merasa hidup di dalam gelap kesunyian dan kehampaan ialah seseorang yang hidup di kelilingi oleh begitu banyak sahabat-sahabat yang mencintai-nya bila hanya di hadapan-nya saja. Ya, mereka terlihat dan berprilaku layaknya seorang malaikat di hadapan kita, seorang yang siap mendengarkan keluh kesah kita, seorang yang rela menolong dan membela ketika kita berada di titik terendah, namun mereka akan berubah menjadi sosok yang berlawanan arah, sosok yang tidak akan mengagung-agungkan kita, membangga-banggakan kita pada orang lain layaknya seorang hamba yang bangga akan rajanya apabila ketika mereka tidak sedang berada dengan kita.
Inilah masalahnya, terkadang kita sulit untuk menemukan sosok yang telah di sebutkan di atas tadi dalam kehidupan kita, sosok ini mampu beradaptasi dan berbaur dengan baik dalam sosialisasi masyarakat, keberadaannya pun tidak tercium, hingga hampir tidak dapat di bedakan bila kita hanya menggunakan mata dalam mencarinya.
Maka, untuk mencari sosok-sosok bermuka dua seperti ini, menggunakan hati dan perasaan akan sangat membantu dalam menemukan mereka, karena apa yang dilihat oleh mata dan apa yang dirasa oleh hati akan sangat berbeda walaupun objek nya sama.
Cara ini akan bekerja, bila kita mengizinkan mata kita terbuka tanpa menutup hati kita, begitupun sebaliknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar